Selasa, 04 Agustus 2020

BAB I Pancasila Sebagai Dasar Negara Kelas VII




A. Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
        Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda berakhir menjajah Indonesia, dan Indonesia di duduki oleh Jepang. Pada saat awal Jepang menduduki Indonesia merupakan suatu kebahagian bagi rakyat Indonesia, karena Jepang mampu mengusir Belanda pada masanya. Namun, lama kelaamaan Jepang membuat rakyat Indonesia merasakan hal sama saat Belanda menjajah. Rakyat Indonesia menderita sama halnya saat dijajah Belanda.
        Ketika memasuki awal tahun 1944, Jepang mengalami kelemahan karena terdesak akan Perang Pasifik oleh Angkatan laut Amerika serikat. Namun Jepang tetap menggembar-gemborkan (meyakinkan) bahwa Jepang akan menang dalam Perang Pasifik. Pada tanggal 18 Juli 1944, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo terpaksa mengundurikan diri dan digantikan oleh Perdana Menteri Koiso Kuniaki, guna menarik perhatian (simpati) masyarakat Indonesia dan pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang mengumumkan bahwa akan memberikan kemerdekaan kepada negara-negara yang dikuasai Jepang di kemudian hari istilah ini disebut juga dengan Deklarasi Koiso . tidak hanya itu pemerintah Jepangan memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk mengibarkan Bendera Merah Putih berdampingan dengan Hinomaru (bendera Jepang), begitu pula lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo tetapi pada saat itu pula pertahanan Jepang ditingkatkan.
          Namun pada 1 Maret 1945, Jepang mengalami krisis dan membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai atau dikenal dengan Badan Penyeidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertujuan untuk mengumpulkan  bahan-bahan penting tentang ekonomi, politik, dan tata pemerintahan sebagaiu persiapan kemerdekaan Indonesia.
           Pada tanggal 28 Mei 1945 yang bertepatan pada hari kelahiran Kaisar Jepang (Kaisar Hirohita) pelantikaan anggota BPUPKI yang berjumlah 67 orang dengan ketia Dr. K.R.T. Rajiman Widyodiningrat dan R. Suroso serta seorang warga Jepang sebagai wakil yaitu Ichibangase dan juga 7 anggota Jepang yang tidak memiliki suara memilih. Padahari ini pula peresmian BPUPKI yang bertepatan di Gedung Cua Sang In (Gedung Pancasila) jalan Pejambin Jakarta.
 



1. Masa Persidangan Pertama BPUPKI [29 Mei - 1 Juni 1945]  
  

        Sidang Pertama pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945, dalam sidang Dr. Rajiman selaku ketua membuka pidatonya dan meminta anggota agar memaparkan pendapat mereka tentang apa yang akan dijadikan dasar negara. Namun Adanya penolakan akan konsep Individualisme, liberalisme, maupun komunisme untuk dijadikan dasar negara Indonesia Merdeka. 
        
Akhirnya, ada tiga tokoh yang mengemukakan pendapat mengenai dasar negara sehingga mendapat perhatian oleh anggota yang lain. ketiga tokoh tersebyt adalah Mr. Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno



Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengucapkan pidatonya dan menyebutkan usulan nama dasar negara atas saran seorang ahli bahasa (Mr. Mohammad Yamin) yaitu Pancasila. Makan dari itu setiap tanggal 1 Juni diperingati hari lahirnya Pancasila.


Sidang Pertam BPUPKI bertujuan untuk membentuk Rumusan Dasar Negara, Namun dasar negara belum bulat terbentuk. dan sidang BPUPKI reses selama satu bulan penuh, maka dari pada itu BPUPKI membentuk Panita Perumus Dasar Negara yang beragotakan sembilan orang yang disebut dengan panitia sembilan. yang bertugas untuk menampung aspirasi tentang pembentukkan dasar negara Indonesia merdeka. Anggota Panitia sembilan terdiri dari
  1. Ir. Soekarno (ketua)
  2. Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua)
  3. Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota)
  5. Abdoel Kahar Moezakir (anggota)
  6. H. Agus Salim (anggota)
  7. Mr. Achmad Soebardjo (anggota)
  8. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (anggota)
  9. Mr. Mohammad Yamin (anggota)


2. Masa Persidangan Kedua BPUPKI [10-16 Juli 1045]


3. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Link:

4. Pengesahan Dasar Negara dan Konstitusi Negara



Link:

BY: Prezi
by: Grid.id

By: Days at NY


B. Semangat dan Komitmen Para Pendiri Negara dalam Murumuskan Pencasila sebgai Dasar Negara




Berikut ada;ah beberapa nilai juang dan semangat para pendiri negara dalam perumusan pancasila sebagai berikut:
1. Tanggung Jawab
2. Semangat Kebangsaan dan CInta Tanah Air
3. Demokratis dan Toleransi
4. Jujur
5. Nilai  Kebersamaan
6. Musyawarah
7. Menghargai Perbedaan
8. Toleransi 


C. Penerapan Nilai Juang Para Tokoh Perumusan Dasar Negara





Lingkungan Keluarga, Kingkungan Sekolah, Lingkungan Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II [3.2 Menelaah Makna, kedudukan dan fungsi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta peraturan perundang-undangan lainnya dalam sistem hukum nasional]

  Silahkan di Simak, Jika ada yang belum di pahami silahkan ditanyakan dan di komentari di bawah ini LINK I https://ainamulyana.blogspot.com...